PPidie Pijar
Kuliner khas Pidie: emping melinjo, kuah pliek u, dan jajanan Sigli

Dari Emping Melinjo hingga Jajanan Sigli: Rasa Pidie dalam Hidangan Sehari-hari

Menelusuri rasa Pidie melalui emping melinjo, kuah pliek u, dan jajanan sehari-hari di Kota Sigli dengan cara makan yang dekat dengan warga.

Dari Emping Melinjo hingga Jajanan Sigli: Rasa Pidie dalam Hidangan Sehari-hari

Ringkasan Cepat

  • Pidie adalah kabupaten di Provinsi Aceh dengan ibu kota di Kecamatan Kota Sigli.
  • Jumlah penduduk Pidie pada akhir 2023 mencapai 444.898 jiwa.
  • Pidie menjadi kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Aceh setelah Aceh Utara.
  • Emping melinjo hadir sebagai pelengkap makanan dan camilan rumah tangga.
  • Kuah pliek u dikenal sebagai masakan Aceh yang juga disantap keluarga di Pidie.

Emping Melinjo, Renyah yang Menemani Banyak Hidangan

Di meja makan rumah-rumah Pidie, emping melinjo tidak selalu hadir sebagai makanan utama. Lembaran tipis yang digoreng hingga renyah itu lebih sering menjadi teman nasi, pelengkap lauk, atau camilan ketika keluarga berkumpul. Rasanya khas: gurih dengan sedikit pahit yang justru membuat orang ingin mengambil satu lagi.

Emping dibuat dari biji melinjo yang dipipihkan, lalu dikeringkan sebelum digoreng. Dalam praktik sehari-hari, emping dapat disantap apa adanya atau diberi tambahan rasa sesuai kebiasaan rumah. Teksturnya yang ringan membuatnya mudah disimpan dan dibawa, termasuk ketika warga bepergian dari gampong menuju Kota Sigli.

Bagi pembeli, emping juga berkaitan dengan pilihan mutu. Lembaran yang utuh, kering, dan digoreng merata biasanya lebih disukai. Di pasar atau warung, emping dapat menjadi oleh-oleh sederhana yang tidak membutuhkan kemasan rumit. Nilainya bukan pada kemewahan, melainkan pada rasa yang akrab dan kegunaan yang luas di dapur.

Kuah Pliek U: Semangkuk Sayur dengan Rasa Aceh

Kuah pliek u mengisi ruang penting dalam masakan Aceh. Di Pidie, hidangan ini dapat hadir dalam menu keluarga sebagai sayur berkuah dengan rasa gurih, kaya rempah, dan aroma khas pliek u, yaitu ampas kelapa yang telah melalui proses pengolahan tradisional.

Isi kuah bergantung pada bahan yang tersedia di dapur. Sayuran dan bumbu dimasak bersama hingga menghasilkan kuah yang pekat rasa, tetapi tetap cocok disantap dengan nasi. Karena bahan dapat menyesuaikan musim dan persediaan, semangkuk kuah pliek u di satu rumah tidak selalu sama dengan hidangan di rumah lain.

Cara menikmatinya sederhana. Nasi hangat, lauk rumahan, sambal, dan kuah pliek u sudah cukup membentuk makan siang yang mengenyangkan. Rasa masakan ini juga memperlihatkan cara masyarakat memanfaatkan bahan pangan secara cermat. Tidak ada bagian yang terasa dibuat untuk sekadar pajangan; semua hadir untuk dimakan, dibagi, dan dihabiskan bersama.

Jajanan Sigli dan Ritme Kota yang Tidak Terburu-buru

Kota Sigli menjadi titik penting dalam kehidupan kabupaten Pidie. Di warung, pasar, dan kedai, jajanan sehari-hari mengisi jeda antara sarapan dan makan siang atau menjadi teman minum kopi pada sore hari. Pilihannya dapat berupa kue basah, gorengan, panganan berbahan beras atau tepung, serta kudapan yang dibuat untuk dijual dalam jumlah kecil.

Daya tarik jajanan Sigli tidak selalu bergantung pada nama yang besar. Pembeli biasanya mencari rasa yang familiar, porsi yang pas, dan harga yang relatif terjangkau. Satu bungkus jajanan bisa dibawa pulang untuk keluarga, disajikan kepada tamu, atau dimakan dalam perjalanan. Kebiasaan ini membuat makanan ringan tetap dekat dengan kehidupan warga, bukan hanya muncul saat perayaan.

Bagi pendatang, cara paling aman mengenali jajanan setempat ialah melihat pilihan yang ramai dibeli dan bertanya kepada penjual tentang nama serta bahan pembuatnya. Selera setiap orang berbeda, sementara ketersediaan jajanan dapat berubah mengikuti waktu dan dagangan hari itu.

Ragam pangan Pidie terasa kuat karena hadir dalam rutinitas. Emping melinjo memberi renyah pada hidangan, kuah pliek u menghangatkan makan bersama, dan jajanan Sigli mengisi percakapan di sela aktivitas. Dengan penduduk 444.898 jiwa pada akhir 2023, Pidie memiliki kehidupan harian yang luas; rasa daerahnya tumbuh dari banyak dapur dan kebiasaan, bukan dari satu hidangan saja. Pada 2025 hingga 2026, pengalaman kuliner di Pidie tetap dapat dimulai dari langkah sederhana: singgah di Kota Sigli, mencicipi makanan yang tersedia, lalu mendengarkan cerita penjual tentang cara hidangan itu dibuat.

Sering Ditanyakan

Apa makanan yang dapat dikenali sebagai bagian dari kuliner Pidie?

Emping melinjo, kuah pliek u, serta jajanan sehari-hari di Kota Sigli dapat menjadi pintu masuk untuk mengenali rasa Pidie.

Apa rasa khas emping melinjo?

Emping melinjo memiliki tekstur renyah, rasa gurih, dan sedikit pahit yang khas.

Apa itu kuah pliek u?

Kuah pliek u adalah masakan Aceh berbahan sayuran dan bumbu dengan pliek u, yaitu ampas kelapa yang telah diolah secara tradisional.

Di mana pengunjung dapat mulai mencari jajanan Pidie?

Kota Sigli dapat menjadi titik awal untuk mencari jajanan di warung, pasar, dan kedai, dengan pilihan yang bergantung pada waktu dan ketersediaan dagangan.