Melihat Jejak Sejarah Kerajaan Islam di Masjid Tua Indrapuri, Pidie
Masjid Tua Indrapuri di Pidie menyimpan jejak sejarah Kerajaan Islam Aceh dengan arsitektur unik dan nilai budaya yang masih terjaga hingga kini.

Ringkasan Cepat
- Masjid Tua Indrapuri dibangun pada abad ke-17 di atas bekas candi Hindu-Buddha.
- Merupakan salah satu masjid tertua di Aceh dengan arsitektur tradisional Aceh yang khas.
- Terletak di Kecamatan Indrapuri, sekitar 25 km dari Kota Sigli, ibu kota Kabupaten Pidie.
- Masjid ini menjadi saksi penyebaran Islam di Aceh dan pusat aktivitas keagamaan pada masa kerajaan.
- Struktur bangunan masih asli dengan material kayu dan atap bersusun tiga tanpa paku.
Arsitektur yang Menyimpan Sejarah
Masjid Tua Indrapuri berdiri megah dengan atap bersusun tiga khas Aceh, dibangun tanpa menggunakan paku. Material utamanya adalah kayu pilihan yang tahan lama. Uniknya, masjid ini dibangun di atas fondasi bekas candi Hindu-Buddha, menunjukkan transisi budaya dan agama di wilayah ini. Dinding tebal dan jendela kecil menjadi ciri arsitektur masjid kuno yang beradaptasi dengan iklim tropis.
Pusat Penyebaran Islam di Masa Lalu
Pada masa Kerajaan Aceh, Masjid Indrapuri bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan dakwah. Ulama-ulama besar sering mengajar di sini, menyebarkan pemahaman Islam ke seluruh wilayah. Lokasinya yang strategis di jalur perdagangan membuat masjid ini menjadi titik penting dalam perkembangan Islam di Aceh. Hingga kini, masyarakat setempat masih menjaga tradisi keagamaan yang kuat di masjid ini.
Pelestarian dan Tantangan Masa Kini
Meski telah berusia ratusan tahun, Masjid Tua Indrapuri masih digunakan untuk shalat Jumat dan kegiatan keagamaan lainnya. Pemerintah setempat melakukan pemeliharaan berkala untuk menjaga keaslian bangunan. Tantangan utamanya adalah menjaga keseimbangan antara pelestarian struktur asli dan kebutuhan modern, seperti fasilitas untuk jamaah. Wisatawan yang berkunjung diharapkan menghormati nilai sakral tempat ini.
Sering Ditanyakan
Bagaimana cara menuju Masjid Tua Indrapuri dari Kota Sigli?
Dari Kota Sigli, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum menuju Kecamatan Indrapuri. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit dengan jarak tempuh 25 km ke arah barat daya.
Apakah ada biaya masuk untuk mengunjungi masjid ini?
Tidak ada biaya masuk resmi, tetapi pengunjung disarankan untuk menyumbang sukarela kepada pengurus masjid untuk perawatan bangunan.
Apa yang membuat arsitektur Masjid Indrapuri unik?
Keunikan utamanya terletak pada atap bersusun tiga tanpa paku, material kayu alami, dan fondasi bekas candi Hindu-Buddha yang masih bisa dilihat di bagian bawah bangunan.
Apakah masjid ini masih aktif digunakan untuk ibadah?
Ya, Masjid Tua Indrapuri masih berfungsi sebagai tempat ibadah, terutama untuk shalat Jumat dan kegiatan keagamaan lainnya oleh masyarakat setempat.